Imunisasi Apa Saja Yang Diberikan Pada Bayi Baru Lahir?

Imunisasi merupakan proses untuk membentuk dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit infeksi tertentu. Cara memicu kekebalan tersebut adalah dengan pemberian vaksin. Bayi dilahirkan dengan sistem kekebalan yang dapat melawan sebagian besar kuman, tetapi ada beberapa penyakit serius dan bahkan mematikan yang tidak dapat mereka tangani sendiri pada saat ini. Itu sebabnya bayi yang baru lahir akan membutuhkan vaksinasi secara rutin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Ada banyak jenis vaksin yang perlu didapat dan dilengkapi bayi dalam rentang usia 0-12 bulan.

MEMAHAMI CARA KERJA IMUNISASI

Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit menular yang terjadi setelah pemberian vaksin. Vaksin biasanya memuat mikroorganisme (bakteri atau virus tertentu) yang sudah dilemahkan. Ketika dimasukkan ke dalam tubuh lewat suntikan atau secara oral, mikroorganisme yang inaktif ini tidak akan menyebabkan penyakit, melainkan yang terjadi adalah sistem kekebalan tubuh anak akan mengenalinya sebagai benda asing.

Sistem imun kemudian merespon “kedatangan” benda asing tersebut dengan menciptakan sel-sel antibodi yang spesifik bekerja untuk melindungi tubuh dari potensi penyakit yang bisa disebabkan oleh kuman hidup tersebut.

Sederhananya, konsep imunisasi yakni menyuntikkan virus yang telah dilemahkan ke tubuh bayi agar tubuh anak menyesuaikan dan membentuk antibodi alami untuk menyerang balik virus tersebut. Dengan demikian, tubuh anak akan bisa cepat melawan virus dan mengurangi risiko tertular penyakit apabila di kemudian hari kuman hidup itu masuk ke dalam tubuh anak.

DAFTAR IMUNISASI UNTUK BAYI BARU LAHIR

Berdasarkan dari kapannya imunisasi tersebut diberikan, imunisasi untuk bayi dibagi menjadi 2 tahap :

A. Imunisasi Bayi Baru Lahir Tahap 1

Tahapan imunisasi ini dimulai pada saat anak berusia 0-6 bulan. Yang termasuk dalam tahapan imunisasi ini antara lain :

1. Hepatitis B  

Bayi yang baru berusia 24 jam sudah bisa diberikan vaksin Hepatitis B. Penyakit Hepatitis berbahaya karena akan merusak fungsi hati, dan hingga saat ini belum ditemukan pengobatan yang paling ampuh. Vaksin Hepatitis B terdiri dari 4 dosis. Setelah dosis vaksin pertama, akan dilanjutkan dengan jeda sebulan sehingga si anak akan disuntik lagi pada bulan ke-2, bulan ke-4, dan terakhir bulan ke-6.

2. Polio

Saat anak berusia sebulan, saatnya diberikan vaksin polio. Penyakit yang berpotensi menimbulkan kelumpuhan ini bisa diberikan vaksinnya baik melalui mulut/oral (OPV) maupun suntikan (IPV).  Vaksin polio tetes atau oral (OPV) diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi baru lahir dan saat berusia 2, 3, serta 4 bulan. Sementara vaksin polio suntik (IPV) diberikan 1 kali pada usia 4 bulan.

3. BCG

Imunisasi BCG berfungsi untuk mencegah penyakit tuberkulosis agar paru-paru anak tetap terjaga. Vaksin ini bisa diberikan saat usia bayi 2-3 bulan. 

4. DPT

DPT merupakan akronim dari Difteri, Pertusis atau batuk rejan, dan Tetanus. Bisa diberikan pada bayi berusia 2-4 bulan dengan jeda pemberian 1 bulan. 

B. Imunisasi Bayi Baru Lahir Tahap 2

Jenis imunisasi yang biasa diberikan pada anak berusia 6-12 bulan. Yang termasuk dalam imunisasi tahapan ini adalah vaksin untuk penyakit-penyakit berikut :

1. PCV

PCV adalah vaksin untuk mencegah penyakit radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), radang telinga, dan infeksi darah (bakteremia) yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus.

Vaksin PCV untuk bayi yang baru lahir diberikan 3 kali dengan jadwal pertama di usia 2 bulan,  kedua di bulan 4, dan ketiga saat usianya 6 bulan (dengan interval 4-8 minggu antar dosis). 

2. Rotavirus

Vaksin Rotavirus adalah jenis imunisasi untuk melindungi bayi dari penyakit diare. Virus rota menyerang pencernaan yang dapat mengganggu tumbuh kembang bayi. Untuk mencegahnya, berikan dosis vaksin rotavirus begitu anak menginjak usia 6 atau 8 bulan. Biasanya, dosis vaksin ini diberikan dua kali.

3. Campak

Imunisasi campak biasanya diberikan satu kali pada usia 9 bulan. Menurut jadwal imunisasi IDAI 2023 yang terbaru, dosis kedua bisa diberikan mulai usia 18 bulan, dan dosis ke-3 pada umur 5-7 tahun. Bagi anak berusia 9-12 bulan yang terlambat ataupun belum mendapat imunisasi campak, segera berikan dan kapan pun saat mengunjungi dokter. Bila anak sudah berusia lebih dari 1 tahun, berikan Imunisasi MMR. Apabila MMR sudah diberikan, anak tidak perlu lagi mendapatkan imunisasi campak pada usia 18 bulan.


Referensi:
Nutriclub. Diakses pada 2023. Jadwal Imunisasi Terbaru IDAI 2023 untuk Bayi 0-12 Bulan
Kemenkes. Diakses pada 2023. Daftar Imunisasi Untuk Bayi Baru Lahir


Komentar

  1. SANGATBERMANFAAT, TERIMAKASIH

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas informasinya dan ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. TERIMAKASIH ILMUNYA :)

    BalasHapus
  4. Mudah dipahami sekali, terimakasih

    BalasHapus
  5. WAHH TERIMAKASIH MBAK ARTIKEL YG BEGITU MENARIK:)

    BalasHapus
  6. Terima kasih sangat bermanfaat sekali:)

    BalasHapus
  7. SANGAT BERMANFAAT SEKALI TERIMAKASIH MBAK

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil